Sabtu, 16 Maret 2013

Sebiru Langit Siang, Sejingga langit sore.. semoga


Alhamdulillah, tepat bulan ini sudah 4 tahun saya menjalani  bisnis. Itu artinya sudah 4 tahun “Biru Jingga” berdiri dan sudah 3 tahun saya tinggalkan status pegawai . Bagi saya memiliki “Biru Jingga” adalah satu berkah yang tidak ada habisnya. Mungkin karena usaha saya mendapat dukungan penuh dari kedua orang tua karena mereka tidak lagi menuntut saya jadi pekerja kantoran yang di pandangan mereka lebih bagus dan lebih baik.
Buat saya inilah profesi ideal saya; bekerja di rumah dan mengembangkan ide-ide sendiri. Lebih dari itu ternyata inilah jawaban dari impian  saya bekerja di bidang seni.
Pada tahun 2009 , bulan Maret  dengan modal limaratus ribu rupiah memulai usaha souvenir sebagai produk massal.  Distribusi di pasar jatinegara dan Asemka.  Perjuangan sebagai pemain baru di pasar souvenir memang berat.  Pasar yang sudah dikerubungi produsen yang mematok harga murah pada barang massal dan seadanya.  Dengan keuntungan yang tipis dan mengorbankan hari sabtu -minggu saya namum bisa mengembangkan modal dan memperluas pasar.
Tahun-tahun pertama memang tahun penempaan mental bisnis bagi saya.  Sejak dulu saya merasa tidak mempunyai jiwa bisnis. Saya bukan marketing handal,  saya pekerja seni, begitu pola pikir saya. Sejak dulupun saya tidak pernah menawarkan produk-produk saya secara langsung.  Walaupun pernah menjual hasil karya saya sejak SMA, itu bukan hasil koar-koar saya.  Itu hasil pamer  seorang teman yang saya beri hadiah  hasil karya saya. Terima kasih buat Artini Mardenes, waktu itu akhirnya saya bisa menjual setidaknya lima tas rajutan tapi  bukan hasil karya saya, buatan umi lebih rapi untuk dijual, lagi pula saya kena omelan karena dianggap mengganggu konsentrasi belajar bila mengerjakan rajutan terus , tapi saya tetap dapat komisi ^_^.
Di bisnis inipun saya dibukakan pasar oleh sepupu saya, saya engga akan lupa jasa dia walaupun sekarang dia memilih menjauh dari saya karena kasus hutang-piutang, saya sudah iklaskan semua hutangnya yang menurut saya engga seberapa dibanding dengan yang saya terima sampai saat ini.

Tahun 2010 saya   bertemu  dengan senior saya di FSUI, Fitri (di Teater Sastra kami memanggilnya Shente) dari Wedding Organizer ‘Weddingku’ dan kemudian dapet order petit blacu pertama dan secara resmi  memakai nama  BIRU JINGGA. Sampai saat ini Biru Jingga Mengerjakan tiga Varian produk ekslusif dari bahan blacu untuk ‘Weddingku’

September 2011 saya bertemu Miko Wiropati. Perkenalan tidak sengaja di Facebook atas jasa ‘sang broker’ Sita Mustam.  KemudianTerima order bunga-bunga batik buat kalung-kalung Etnika Yunikua.  Lagi-lagi saya ‘dijorokin’ ke bisnis oleh orang, maksudnya saya tidak mencari peluang itu, tapi peluang itu yang datang kepada saya. Terima kasih Kepada Miko Wiropati yang menceburkan saya di bisnis asesoris ini, karena di bisnis inilah passion dan ide-ide saya tersalurkan maksimal. Miko tidak hanya menceburkan saya, tapi juga membukakan pasar bagi saya. Lebih dari itu dia adalah mentor dan kurator serta price konsultan. Terima kasih banyak sudah berperan banyak dalam lini ini, terima kasih atas partnership ini. terima kasih juga atas kesempatan dan saling menginspirasi. J

Januari  2012  Kenalan sama Manik jawa. Transaksi pertama di bulan berikutnya dan masih akan transaksi  karena jadi manik favorit saya.  Manik-manik dari Manik jawa jadi andalan produksi assesoris saya.  Dukungan buat ‘Biru Jingga’ juga dari Mba lili sebagai orang di belakang Manik jawa buat produksi saya. Buat selanjutnya saya punya rencana besar buat Manik jawa dan semoga bisa kerja sama dengan Mba lili, semoga jalannya dibukakan. Mari berdoa bersama, Mba J
Februari 2013 ‘Biru Jingga”  Ikut partisipasi di “Indonesia Fashion Week 2013” berkat ajakan Bu Tati dari Beadsndesign.  Walau ga terlalu sukses dalam penjualan tapi membuka jalan dan kesempatan, mencoba pengalaman baru melalui event tersebut. Terima kasih atas perkenalan dan kesempatannya, Bu.
Dan yang terutama mendukung saya secara penuh adalah Umi, my prototype, my one and only now. Semua kerja saya terinspirasi  dari beliau, sejak dini dikenalkan kerajinan tangan dan mesin jahit.  Walaupun beliau dulu melarang saya, tapi kini dukungannya penuh, sepeuh cintanya pada saya ^_^. 
ini jadi pelajaran buat saya kelak, bahwa sebaiknya orang tua bisa mendukung bakat anak sejak dini, karena bakat dan hobi itu mungkin akan menghidupi mereka kelak.
Dulu awalnya Umi mau mendaftarkan saya ke sekolah menengah keahlian yang sesuai dengan bakat saya, katanya di daerah pasar minggu ada sekolah semacam itu. tapi entah mengapa saya yang berubah pikiran dan memilih SMA umum buat melanjutkan studi. Lalu memilih Fakultas Sastra dan menjadi Sarjana Ekonomi. Ternyata inilah hasilnya, Jalan takdir yang Indah buat saya.

4 tahun tentu saja tidak dilalui dengan mulus. Masalah-masalah  selalu datang dan pergi. Mental saya benar-benar masih harus belajar melalui semua masalah.  Tapi dari semua itu jika dijalani dengan iklas saya yakin jalan keluarnya dipermudah, bahkan saya merasa sering mendapat rejeki lebih dari keiklasan itu, yaitu dibukakan jalan lain yang membuat saya lebih maju dan makin mencintai pekerjaan saya. Alhamdulillah, mari tetap yakin.. (puk..puk diri sendiri) J

Kedepan saya mempunyai impian-impian yang besar buat Biru Jingga karena saya tidak akan puas berdiri disini saja. Kalau kemarin peluang-peluang itu datang sendiri, kali ini nampaknya saya harus berjuang mencari peluang-peluang itu.
.....

Sabtu, 09 Februari 2013

HAPPY BIRTHDAY means: HAPPY BLESSED DAY, HAPPY BESTDAY, HAPPY NEW YEAR!!


Memasuki tahun 2013 dengan semangat yang menggebu karena beberapa rencana yang sudah jadi wacana sejak akhir tahun. Beberapa kabar  yang bikin semangat itu diantaranya adalah saya akan jadi  profil fitur blog manik jawa. Hampir engga percaya kalau admin manik jawa, mba Lilik, memilih saya untuk jadi fitur artisnya. Siapalah saya, baru setahun menggeluti bidang manik ini sekaligus menjadikannya bisnis passion.
Saya benar-benar tidak tau apa effeknya ketika saya terpilih sebagai salah satu fitur artis tahun ini. Yang jelas ini adalah bentuk apresiasi yang mengagetkan buat saya.  Saya? Yang bener aja... hehehe tapi itu baru kabar saja, belum tahu buat fitur bulan apa. Diwawancara-pun belum. Mba lilik sepertinya banyak ide dan rencana-rencana buat grup ‘Indonesia Bead Lover’.
Di bulan sebelumnya saya bertemu dengan Butat pemilik ‘Beadsndesign’. Engga pernah nyangka pertemuan dan ngobrol di crafina membuat  saya dipertemukan untuk kedua kalinya di satua hari kumpul santai para crafter. Dan disitulah cerita yang mengagetkan dimulai. Butat mengajak saya ikut pameran di  ‘Indonesia Fashion Week’ febuari ini, setelah melihat salah satu koleksi Temali saya. Harus diakui bahwa karya temali bukan murni karya saya, tapi didukung penuh oleh produksi manik-manik cantik dari manik jawa, saya hanya merangkainya dengan cara yang mungkin masih jarang.
Bagi crafter, apalagi pendatang baru seperti saya, ikut pameran adalah sesuatu yang mewah, mengingat sewa stand begitu mahal.  Secara hitungan bisnis kami engga sanggup untuk ikut pameran skala nasional walaupun itu dengan sistem patungan. Tapi kini ada kesempatan ikut pameran tanpa memikirkan biaya stand. Ga percaya, sekaligus engga akan melepaskan kesempatan ini.
Kedua kabar itulah yang membuat saya mempunyai semangat menggebu memasuki tahun baru.  semua tentang apresiasi yang engga akan terukur dengan materi. Dan memang saya tidak terlalu memikirka materi yang akan saya dapat mengenai hal ini.
semangat ini menjadi tameng yang kuat ketika menghadapi masalah datang secara bertubi-tubi.  Semangat yang selalu mengingatkan bahwa masalah-masalah itu hanya porsi kecil yang kebetulan datang bersamaan, sedangkan berkah-berkah seperti itu adalah porsi yang lebih besar  yang harus saya pelihara ke depan.

Mengatur pikiran positif rasanya tak semudah tahun lalu, karena kondisi dan masalah sudah berubah seiring waktu. Tapi bisa, pasti bisa! Begitu gumam saya. semua akan  menjadi lebih baik.

Maka inilah yang terjadi ketika siap menyambut bulan saya. Bulan saat saya dilahirkan, bulan pembuktian persistensi saya menyelesaikan kuliah dan diwisuda. Bulan berkah dan cinta ( yang kebetulan orang-orang kasmaran merayakan cinta), bulan saat beruang madu dan macan menyatukan janji suci mereka. Bulan dengan banyak perayaan, termasuk tahun baru bagi etnis Tionghoa.

Sekali lagi saya tidak pernah menyangka bahwa bulan ini dilimpahkan begitu banyak rejeki materi dan immateri. Saya hampir sesak menghadapi semua, tapi saya berjanji tidak akan mengeluh. Walau semua akan membuat saya keletihan. Karena inilah yang pernah saya pikirkan: jika Tuhan melimpahkan kesenangan bertubi-betubi, akankah saya sekuat  seperti ketika menghadapi kesedihan terberat yang pernah saya alami? Mari terjemahkan kata ‘kuat’ secara mental dan fisik.

And then I hear  the sound questioning me: “ and then, where’s the love, Mel?”
“ Ow.. the love is always there, in the same special space ini my heart. A place that i never share it o anyone else..”
And the sound say:  “Well, happy birthday Mel,  happy bestday, happy blessed day and happy your own new year..”





Senin, 24 Desember 2012

Dear 2012, dear 2013


Sepuluh hari lagi tahun 2012 berakhir. Orang udah sibuk ngomongin resolusi. Gue sampe bingung sendiri karena ga pernah bikin resolusi yg jelas tiap tahunnya. Semuanya Cuma berbentuk harapan dan harapan. 
Selain itupun gue juga ga pernah ngerayain tahun baru.  Gue cenderung mengganggap tahun baru pribadi gue adalah pas ulang tahun. Yang jelas nambah tua, harusnya nambah baik di segala sisi.
Tapi marilah membuat tahun baru itu sebagai periode resmi buat pencapaian-pencapaian pribadi tapi berhubungan dengan orang lain juga buat mencapainya.

Akhir tahun ini gue dibikin stress sama masalah lama. Kehilangan pekerja yang sering berulang kali. Kecewa pasti, soalnya mereka pergi gitu aja ga ada attitudenya  dan sejak tahun kapan begitu aja kasusnya. Pekerja sih datang dan pergi, tapi kali ini gue berasa kesabaran gue habis. Rasanya nyerah aja sama line regular itu. Tapi gimana ya? Line regular itu artinya income regular juga, 2 lines lainnya bersifat subsitusi. Kalo dua-duanya jalan berarti gue punya uang lebih buat kebutuhan tersier. Tiga line gue itu mewakili kebutuhan primer , sekunder dan tersier hidup gue. Selama ini berjalan terus.
Kebetulan yang sekunder lagi off sampe tahun depan kali. Reguler jalan agak tersendat, masalah pekerja dan bahan baku juga, sedangkan yang tersier lumayan deh karena ada obral akhir tahun. Buat yang tersier  gue harus berkutat dengan ide supaya sales terus ada walau sedikit.

Kesimpulannya bulan ini struktur 2 line itu jadi berantakan, mana premier, sekunder atau tersier.. udah mulai abu-abu. Tapi ga papa, emang itu gunanya punya bisnis dengan beberapa line, harus saling mendukung.
Berusaha kalem dan istigfar terus dan akhirnya sampe ke kesimpulan:
“okeh, ini semacam cycle, tar juga balik ke posisi semua. Masalah biasa. Tetap usaha aja seperti biasa, pasti ada jalan, luruskan kembali niat!”
Ngegampar diri sendiri soal rasa syukur.  Jangan Cuma di mulut bilang alhamdulillah, implementasinya apa?  Syukur dan iklas harus berjalan seiringan. Keyakinan diri pada ALLAH, itu aja. Untuk semua masalah, ga Cuma soal bisnis aja.

Di otak  berisik banget bilang gini: coba bandingin sama tahun lalu, dari semua sisi. Kalo dengan itu ga bikin lo bersyukur mending berhenti jadi umat.
Tahun 2011 secara emosi dan mental gue masih agak labil, tapi dengan kemantapan hati memasuki 2012 memutuskan sesuatu yang menggantung disana.
Dan keyakinan itu terjawab engga lama keputusan itu dijalankan.  Saat itu gue menganggapnya “blast and blesess”, karena engga tau akan jadi apa. Cinta itu membuat segalanya jadi lebih ringan dijalani. Pekerjaan juga gitu, dilumuri cinta yang makin menjadi, makin bikin semangat dan bikin materi berdatangan terus.  Walaupun harus dibayar dengan kerja yang makin keras.  Lanjut terus sampai pertengahan tahun. Sampai saatnya hati harus rela hancur. Dan sampai akhir tahun ini masih dalam masa pemulihan. Masa pemulihan dilalui dengan begitu banyak berkah sebenernya.  Berkah utamanya adalah karena makin mendekatkan diri pada pemilik cinta yang sebenarnya, pemilik hidup, cinta yang sebenar-benarnya cinta. Belum lagi berkah perjalanan ke dieng, berkah materi yang masih lanjut. Penyerahan diri  yang utuh kepadaNya. Walau rasa itu belum beranjak kemana-mana.

Diantara masalah-masalah bisnis yang sempat bikin panik untunglah masih sempat berfikir positif bahwa ini bukan akhir dunia. Tuhan Cuma minta kita lebih bersyukur, iklas dan bersabar.  Hal-hal yang kadang dilupakan oleh kita sebagai ummat.  Kadang-kadang masalahnya ga seberapa, tapi paniknya berlebihan, bikin ga bisa berfikir jernih. Padahal masih bisa ditanggulangi kalo mau sabar dan berbesar hati.
Dan benar saja, setelah otak diset jadi lebih positif semua hal berjalan lebih baik, seperti kembali pada posisi semula. Yang lebih bikin takjub adalah ide-ide muncul tanpa ngeluh harus diinterupsi sama kegiatan lain. Lebih menggembirakan lagi ide-ide itu diterima sangat baik oleh ‘publik’. Siapa sangka juga ketemu dengan orang-orang yang membuka jalan ide-ide itu diterima lebih luas lagi. membahagiakan, walau gue belum tau ouputnya nanti bagaimana. Tapi semua hal itu membuat gue lebih semangat lagi menyambut tahun baru. Lebih bisa menempatkan pikiran-pikiran yang penting untuk kelangsungan hidup ke depan. Harapan dan mimpi itu selalu tumbuh. Cinta akan datang lagi. itu saja cukup membuat hati dan pikiran siap menyambut  periode baru ini.

Well.. 2012, thanks for all the joy, the blast and blesses. The people that i met, the love that i have. The things that make me strong and stronger and closer to Allah.
2013, plis give more step to have it all again...



Senin, 05 November 2012

NURFAJRIAH, sebuah nama kekal namun tak dikenal



Menemukan langit pada titik dimana kecemasan masih tersisa dan aku mengabaikannya dengan segala senyum. Lalu ketika malam datang, kembali tanya-tanya itu duduk disampingku.  Diam tapi menggerakkanku untuk mencari jawab. Ah, sunyi... mengapa kau begitu setia selama ini? Sekeras mungkin keteriakkan isi jiwa namun kau hadang di depan pintu. Lalu aku kembali kelu.




Perjalanan ini demi melawanmu.  Daya pengabaian terbesar dengan mengerahkan segala harap sementara waktu.  Menerjang malam yang terasing dari peradaban.  Lalu menyambut surya dengan pelukan terhangat pada pagi yang sebenarnya begitu beku.




” Aku rindu..rindu yang tak pernah terhenti waktu”,  begitu kuratapkan pada pelukan biru dan dalam hening. Kau terlanjur jadi nama belakangku, selamanya begitu, sampai dia datang dan membawaku pada kenyataan mimpi yang menepi.


 Lalu kugenggam hangatmu, kubuntal pada sisi hati. berharap dapat kubagi dengannya pada musim nanti. Mungkin bisa dilebur dengan senyum dan sapa, karena aksara-aksara kini terpenjara. Entah bila ia bisa lepas kembali menjadi diri sendiri.

Kamis, 11 Oktober 2012



                                     TENTANG WAKTU

Perlahan aku kembali ke bumi, menapak lagi. waktu-waktu yang berlalu membuatku melayang karena tubuh ini terasa ringan tak bernyawa.  Terbang dibawa angin entah kemana.  Tempat-tempat yang kusinggahi sebenarnya tak asing, tapi penghuninya bisu, tertunduk dan suram.  Kemanapun kupergi yang tersisa hanya ingatan tentangmu, kemuraman tanpa sinar matahari pagi, tanpa harap.  Tak ada tempat untuk berlari. Aku seperti berada di lorong sepi dan tak mampu melihat ujung jalan ini.
Ini  hanya mimpi, pikirku. Aku akan segera terjaga dan memelukmu lagi.  Yang terjadi kemudian aku malah tersedu. Tidak, ini bukan mimpi. Aku tengah memeluk diri sendiri dalam sepi mengenangmu.  Tak ada senandung, tak ada melodi yang mengiringi langkah ini. Malam-malam terasa panjang menunggu pagi .  Di pagi pun aku tak beranjak mengejar matahari lagi. aku lumpuh, andai kau tau.
Dan waktu berlalu, perlahan mengembalikan aku pada tempat yang seharusnya aku berdiri.  Mengukir cerita baru, bersenandung melodi pagi, berlari dan terus berlari, berharap benar-benar bisa melupakanmu.
Setidaknya  aku terbiasa lagi tanpa mu, tapi tidak dalam pikiranku, dalam hatiku. Entah, belum saatnya atau takdir yang sedang bicara. Ucap doa tiap saat perlahan menguatkan.  Berharap ini cepat berlalu. Dan aku kembali bisa memeluk hangat pagi dan damai malam.
Perlahan aku menapak di bumi yang memberi hidup ini, menebar senyum dan tawa serta kerja.
Tetap tak sempurna. Dan kini kembali, tiap detik waktuku, tiap derap langkahku, dalam pikir dan hayalku, dalam hati dan doaku, wujudmu hadir.
Aku akan menanti oktober ini benar-benar berakhir. Kala aku menyapa pagi pada cakrawala dan memeluk hangat sinar matahari. Akan kubungkus dan kubawa pulang untuk persediaan musim nanti. Semoga cukup sampai saat kutemukan kau kembali. 

Minggu, 02 September 2012


SEPTEMBER CERIA

Dan sebagian besar orang pun berseru tentang september ceria kemarin.  Buat gue sendiri september  adalah kelegaan finansial, dimana bisnis mulai lagi, tagihan mulai bisa dicairkan lagi. eh, ternyata beneran september ini bawaannya ceria. diluar masalah finansial, banyak agenda yang bikin semangat buat mengimbangi semua hal yang  bikin ga semangat belakangan ini. Dan agenda buat september memang  udah padet banget nih. Beberapa agenda gue bikin warning bahwa kemungkinan akan gagal karena masih tentatif. Beberapa lagi kayaknya gue tolak daripada Cuma janji2 palsu. Gimanapun semua yang gue kerjakan harus tetap logis secara kesehatan, fisik dan kantong :D.

Awal bulan langsung disambut dengan “festival bambu nusantara 2012”. Ga ada yg available buat diajak, sendiripun jadilah. Awalnya sih Cuma mau hunting foto. Mikirnya bakal banyak show budaya dan kerajinan. Tapi ternyata banyak hal menarik yang ditemukan disana.
Tadinya gue pikir gue salah hari, soalnya pas sampe JCC tuh sepi banget, kayak kota mati. Jalannya harus muter lewat bakso lapangan tembak. JCC  lagi masa renovasi menyambut ulangtahun ke 20nya.  Mungkin karena itu juga engga ada jadwal pameran yang rame disana.
Deg-degan, tapi akhirnya dapet kepastian juga pas di depan pintu masuk. Tiket hanya Rp.10,000. Pengunjung sepi. Peserta sepi, tempat luas itu nyaman dan leluasa sekali buat pengunjung. Ada dua panggung dan kursi lengang. Oke.. mari kita putar-putar dulu. 

Stand pertama yang menarik perhatian adalah stand lukis sketsa. Tertarik buat mencoba, belum pernah disketsa sebelumnya. Uang  Rp. 50,000 sepertinya masih murahlah buat mengapresiasi skill pelukisnya.  Okeh akhirnya gue disketsa. Lucu rasanya ngeliat gambar sendiri. Ga berasa mirip sama sekali. Tapi pelukis itu tau sekali angle terbaik gue, walau hasilnya cukup membingungkan. Cuma hidung dan bibir yg mirip, selebihnya garis wajah tirus itu hilang sama sekali.. ah terima kasih pak, bapak mungkin mau mengkoreksi sedikit wajah gue. Eh, atau emang gue udah cubby skrg? Hasil program kejar tayang dua minggu sehabis lebaran? ;)


Yuk mari keliling lagi. lewat beberapa stand angklung Cuma buat foto2 aja. “Saung angklung  Udjo “ salah satunya. Ternyata ada saung lain lagi yang isinya angklung dan  dibuat seperti workshop.  Ada yang sedang buat angklung, ada yang memperagakan cara memainkan angklung. Iseng-isenga tanya harga satu set berapa. Eh, ga mahal kok. Seharga satu baju perempuan. Sebenernya ga mau nawar, tapi karena ini rencana dadakan, bolehlah ya. Akhirnya setuju dengan Rp. 120,000. Feel so excited at the time. Bayangkan di rumah gue akan ada alat musik, bunyi-bunyian. Lumayan buat iseng-iseng mengisi kejenuhan ya. Biar rame dikit rumah. J




Setelah foto sana sini akhirnya memutuskan buat stay di panggung B. Banyak pertunjukan seni yang menarik, salah satunya dari makasar ini. Sayangnya gue ga notice informasi soal kesenian ini, judul dan ceritanya. Mirip sendratari atau randai di sumbar.  Durasinya panjang, atraktif, ada sisipan humor pula. Ahh, gue jatuh cinta... lagi2 lagi seni tari dari daerah asli memang memukau. 





Tapi yang paling ditunggu adalah penampilan Viky Sianipar dan kawan-kawan.  Wah.. ga terlalu banyak yang diceritakan kalo soal yang satu ini. Duduk dan nikmati saja. Yang jelas ini untuk kedua kalinya nonton show Viky, rasanya masih sama: SENENG BANGET, kesannya mendalam sekali. Berasa jadi orang batak, kemudian jiwa indonesia kita dibangkitkan. Uh, bangga deh. Mau komen apa lagi coba?
yang  bikin seneng ternyata Indah Winar, si ratu blues ikut rombongan, selebihnya anggota band masih sama. Masih bisa ngenalin semua gue hehehe.




 yang juga berkesan diakhir show Viky memberika qoute: "Jangan kebanyakan komplen tentang indonesia ini, tanyakan hati nurani, sudah berbuat apa buat indonesia kita ini.."
mantab bang, setuju sekali. lakukan hal sekecil apapun pada lingkup sekecil apapun buat Indonesia lebih baik. berhenti hanya bicara, sertakan aksi nyata!! 



Kamis, 09 Agustus 2012

BOX OF HAPPINESS


Membaca lagi blog lama disaat sedih seperti membuka lagi  ‘kotak kebahagiaan’.  Yup, ide ‘Box of Happiness’ dari Alex itu berguna banget.  Itu kotak berisi hal-hal yang membuat kita bahagia di masa lalu. Bisa benda, foto atau apapun yang akan selalu mengingatkan kita pada satu waktu.  Kalo pas sedih dan lagi putus asa, coba buka lagi deh. Dijamin kita akan semangat lagi. akan teringat lagi bahwa dulu kita pernah bahagia. Bahagia yang dihasilkan oleh kesusahan, kesedihan dan luka yg terjadi sebelumnya. Kalo dulu kita bisa begitu, sekarang juga pasti bisa menjalani hal itu.
Konsep ‘box’ itu sendiri bisa ril, bisa juga virtual. Tergantung keadaan aja. Buat orang yang kadang engga terorganisir seperti gue, mungkin lebih baik berbentuk virtual aja. Kebetulan suka nulis, suka ngeblog. Jadi blog yang udah lama engga diliat itupun sekarang jadi ‘kotak kebahagian’ buat gue.
www.birucerah.multiply.com itulah kotak kebahagian gue. Dan ternyata webblog itu akan segera tutup dan kotak kebahagian sekarang menjadi kotak kesedihan. Teman-temang blog pontang panting menyelamatkan  ‘harta’ mereka. Harta yang sangat berharga. Kenangan. Ohhh... kita digusur. Lahan ini akan dibangun mal online. Rgghhh... ga dunia nyata, ga maya.. mall lebih berkuasa.