Senin, 24 Desember 2012

Dear 2012, dear 2013


Sepuluh hari lagi tahun 2012 berakhir. Orang udah sibuk ngomongin resolusi. Gue sampe bingung sendiri karena ga pernah bikin resolusi yg jelas tiap tahunnya. Semuanya Cuma berbentuk harapan dan harapan. 
Selain itupun gue juga ga pernah ngerayain tahun baru.  Gue cenderung mengganggap tahun baru pribadi gue adalah pas ulang tahun. Yang jelas nambah tua, harusnya nambah baik di segala sisi.
Tapi marilah membuat tahun baru itu sebagai periode resmi buat pencapaian-pencapaian pribadi tapi berhubungan dengan orang lain juga buat mencapainya.

Akhir tahun ini gue dibikin stress sama masalah lama. Kehilangan pekerja yang sering berulang kali. Kecewa pasti, soalnya mereka pergi gitu aja ga ada attitudenya  dan sejak tahun kapan begitu aja kasusnya. Pekerja sih datang dan pergi, tapi kali ini gue berasa kesabaran gue habis. Rasanya nyerah aja sama line regular itu. Tapi gimana ya? Line regular itu artinya income regular juga, 2 lines lainnya bersifat subsitusi. Kalo dua-duanya jalan berarti gue punya uang lebih buat kebutuhan tersier. Tiga line gue itu mewakili kebutuhan primer , sekunder dan tersier hidup gue. Selama ini berjalan terus.
Kebetulan yang sekunder lagi off sampe tahun depan kali. Reguler jalan agak tersendat, masalah pekerja dan bahan baku juga, sedangkan yang tersier lumayan deh karena ada obral akhir tahun. Buat yang tersier  gue harus berkutat dengan ide supaya sales terus ada walau sedikit.

Kesimpulannya bulan ini struktur 2 line itu jadi berantakan, mana premier, sekunder atau tersier.. udah mulai abu-abu. Tapi ga papa, emang itu gunanya punya bisnis dengan beberapa line, harus saling mendukung.
Berusaha kalem dan istigfar terus dan akhirnya sampe ke kesimpulan:
“okeh, ini semacam cycle, tar juga balik ke posisi semua. Masalah biasa. Tetap usaha aja seperti biasa, pasti ada jalan, luruskan kembali niat!”
Ngegampar diri sendiri soal rasa syukur.  Jangan Cuma di mulut bilang alhamdulillah, implementasinya apa?  Syukur dan iklas harus berjalan seiringan. Keyakinan diri pada ALLAH, itu aja. Untuk semua masalah, ga Cuma soal bisnis aja.

Di otak  berisik banget bilang gini: coba bandingin sama tahun lalu, dari semua sisi. Kalo dengan itu ga bikin lo bersyukur mending berhenti jadi umat.
Tahun 2011 secara emosi dan mental gue masih agak labil, tapi dengan kemantapan hati memasuki 2012 memutuskan sesuatu yang menggantung disana.
Dan keyakinan itu terjawab engga lama keputusan itu dijalankan.  Saat itu gue menganggapnya “blast and blesess”, karena engga tau akan jadi apa. Cinta itu membuat segalanya jadi lebih ringan dijalani. Pekerjaan juga gitu, dilumuri cinta yang makin menjadi, makin bikin semangat dan bikin materi berdatangan terus.  Walaupun harus dibayar dengan kerja yang makin keras.  Lanjut terus sampai pertengahan tahun. Sampai saatnya hati harus rela hancur. Dan sampai akhir tahun ini masih dalam masa pemulihan. Masa pemulihan dilalui dengan begitu banyak berkah sebenernya.  Berkah utamanya adalah karena makin mendekatkan diri pada pemilik cinta yang sebenarnya, pemilik hidup, cinta yang sebenar-benarnya cinta. Belum lagi berkah perjalanan ke dieng, berkah materi yang masih lanjut. Penyerahan diri  yang utuh kepadaNya. Walau rasa itu belum beranjak kemana-mana.

Diantara masalah-masalah bisnis yang sempat bikin panik untunglah masih sempat berfikir positif bahwa ini bukan akhir dunia. Tuhan Cuma minta kita lebih bersyukur, iklas dan bersabar.  Hal-hal yang kadang dilupakan oleh kita sebagai ummat.  Kadang-kadang masalahnya ga seberapa, tapi paniknya berlebihan, bikin ga bisa berfikir jernih. Padahal masih bisa ditanggulangi kalo mau sabar dan berbesar hati.
Dan benar saja, setelah otak diset jadi lebih positif semua hal berjalan lebih baik, seperti kembali pada posisi semula. Yang lebih bikin takjub adalah ide-ide muncul tanpa ngeluh harus diinterupsi sama kegiatan lain. Lebih menggembirakan lagi ide-ide itu diterima sangat baik oleh ‘publik’. Siapa sangka juga ketemu dengan orang-orang yang membuka jalan ide-ide itu diterima lebih luas lagi. membahagiakan, walau gue belum tau ouputnya nanti bagaimana. Tapi semua hal itu membuat gue lebih semangat lagi menyambut tahun baru. Lebih bisa menempatkan pikiran-pikiran yang penting untuk kelangsungan hidup ke depan. Harapan dan mimpi itu selalu tumbuh. Cinta akan datang lagi. itu saja cukup membuat hati dan pikiran siap menyambut  periode baru ini.

Well.. 2012, thanks for all the joy, the blast and blesses. The people that i met, the love that i have. The things that make me strong and stronger and closer to Allah.
2013, plis give more step to have it all again...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar