Rabu, 28 Januari 2009

Wisuda, one of stupid idea in this life… may be!

Engga tahu kenapa, kok ketika gue melihat kembali foto-fot wisuda gue malah berpikir ini salah satu hal terbodoh yang pernah gue saksikan. Entahlah, gue mungkin engga terlalu tahu makna acara formal satu itu. Buat gue kok jadi lebih seru foto-foto waktu lulus SMA ya? Coret2an, walau gue cuma mau mencoret baju teman dan engga mau baju gue dikotori. Foto seru-seruan ama guru dan bercanda buat  terakhir kalinya di sekolah, foto dengan seragam abu-abu, sebelum menjalani dunia pakaian bebas mutlak di kampus nanti…

 Kalopun ada acara formal, tetap terasa manis karena itu adalah saat pertama kali kita tampil habis-habisan di depan guru.

Kalo, pas wisuda? Mmm… gue kok menangkap hal-hal aneh ya?

Misalnya, cewek bangun pagi-pagi buat ke salon ( itu juga maksa tukang salon) buat berkonde dan berkebaya ria nanti, make-up semaksimal mungkin, pokoknya dandan paling eksis dah, jangan lupa toga, seragam hitam yang bikin gerah, tambah bikin make-up gue luntur aja tuh, sementara kipas tangan engga maksimal.

Yang palin lucu adalah ketika ke balairung, kebanyakan orang pada telat, apalagi nyari parkir susah banget.

Terus terang, waktu itu niat gue ke balairung adalah nagih piutang lagu Gaudeamus igitur dari anak baru, secara dulu gue harus latihan tiap hari nyanyiin lagu itu. Malah sempet kena panggilan sama pak dibyo via mikrofon, gara-gara ketangkep masih santai aja di depan pintu balairung sambil makan. Dan gue engga tahu kalo gue lagi jadi perhatian satu angkatan..(hebat banget gue hari itu).

Kebetulan hari itu acara di fakultas pagi dan balairung sore, jadi untuk acara balairung, gue pikir lebih baik gue suruh ortu gue pulang duluan daripada ikut-ikutan rusuh di balairung.

Lalu, pas lagu piutang gue itu berkumandang, orang-orang dengan baju kerajaan masuk  dengan berbaris. Yang paling depan bawa tongkat. Setelah itu salah satu dari mereka pidato sangat singkat, Cuma mau bilang: “… sidang dibuka tok..tok..tok” ( or something like that), terus pasukan kerajaan keluar lagi, diringi dengan lagu lagi dari paduan suara anak baru plus.

Udah cuma segitu doang kan?

Selebihnya Cuma foto-foto, Kalo di fakultas ditambah ada acara makan-makan, itu juga berebutan..oh iya gue hampir lupa.. pidato dari perwakilan wisudawan..tapi engga ada yang fantastis dari pidato mereka dari tahun ke tahun, kecuali pidato Yaswin ketika gue jadi Maba dulu, gue lupa tepatnya tentang apa, tapi agak nyeleneh dan bikin heboh juga waktu itu.

Yang jelas wisuda itu buat orang tua,  seperti pembayaran hutang yang pernah tertunda. Kebanyakan orang juga secara engga sadar memilih alasan ini. bahkan konon di fakultas gue, demi menyenangkan hati orang tua, seorang mahasiswa yang sedang beperkara di jurusan dan sedang dalam proses keputusan DO, mengambil langkah nekat dengan ikut wisuda dan memboyong orang tuanya ke balairung UI, ia mengaku sudah lulus dengan ikut wisuda illegalinisiatif sendiri ( alias menipu orang tua sendiri ) demi membebaskan diri dari pertanyaan orang tua: “kapan wisuda?”

Untungnya orang tuanya memang tidak tahu seluk beluk wisuda di UI, dan percaya saja kalau anaknya sudah lulus. Toga bisa dipinjam, foto bisa dibuat tapi ijasah engga bisa juga didapat dengan seudah wisuda illegal itu, atau dia sudah menyiapkan ijasah palsu untuk ditunjukan orang tuanya..? kasihan ya…!

Minggu, 18 Januari 2009

Maryamah Karpov baru Promo?

Rating:★★
Category:Other

Pagi ini saya sempat menonton PAGI JAKARTA di O Channel. Tamu hari ini adalah Andrea Hirata dengan Maryamah Karpov yang sedang promo.
Hhmm.. kok baru promo ya? Udah berapa bulan beredar kok baru promo sekarang? Mungkin karena buku satu ini ajaib ya, sakin ajaibnya engga terdengar rekomendasi untuk membacanya dari orang yang sudah membeli buku. Kalo saya sih, engga recommend…

Buat saya, acara pagi ini memberikan jawaban dari pertanyaan saya selama ini. setidaknya acara ini memberikan informasi pada pembaca, meluruskan tuduhan-tuduhan yang ada selama ini, termasuk opini saya.

Dan inilah info yang saya serap pagi ini.
1. Pernyataan Andrea bahwa: ini buku inspired by true story, bukan based on true story. Jadi pada novel-novelnya ada fakta-fakta yang di dramatisir. ( ini yang menjadi duri dalam danging selama ini, mungkin pembaca memang harus diedukasi tentang gendre sastra) oke, saya beri tanda cek pada kotak yang tertulis “clear!”
2. Maryamah Karpov yang terbit sekarang sebenarnya ceritanya memang belum tuntas. (“clear!”) Jilid kedua buku ini yang menceritakan tentang Maryamah Karpov itu sendiri sebenarnya sudah selesai ditulis, tapi Andrea Sendiri memutuskan tidak akan menerbitkannya karena alasan pribadi. ( strategi pemasaran yang bagus tuh, bikin tambah penasaran. Tapi lebih bagus lagi memang lebih baik jangan diterbitkan, biar nanti filmnya jadi nampak Sesuatu yang baru yang belum tertebak oleh pembaca)
3. Pernyataan Andrea: “ itulah enaknya menulis bukan orang sastra, bisa lebih banyak eksperimen”, “….kalo bicara dengan orang sastra dunia jadi ribet, tidak bisa menikmati lagi” (bagaimanapun anda sudah nyebur ke dunia sastra, mau tak mau harus tau juga apa yang terjadi dengan dunia itu selama ini)


Jadi begitulah, tetralogi Laskar pelangi adalah novel yang terinspirasi dari kejadian nyata, semua tokoh nyata namun selalu ada fakta yang didramatisir yang membumbui karya ini, suka atau tidak suka akan fakta yang saya bold ini, saya masih memuji gaya menulis Andrea diluar Dramatisir dan inkonsistensi dan kekaburan fakta.

Kamis, 15 Januari 2009

5 Januari 2009 (mengenang Pooh)

Dear Pooh,
Sepanjang senja  ini aku mengaduk semua dokumen lama, mencari lagi foto-foto jadul kita. Ketemu! Aku dan kamu sedang pelukan, yang kuingat waktu itu adalah acara berbuka bersama TS yang pertama buatku, mendapati keluarga baru di TS, setelah merasa terdampar di fakultas sastra itu.
Napak tilas kemudian beralih ke agenda lamaku,  ada foto TS waktu kita latihan alam di  villa Gemala tahun 1998, nampaknya kronologi dari foto pertama yang kutemukan.
Kemudian  menjelang lembaran akhir, tertulis tanggal 9 feb 2003.  aku menulis semacam unsent message untuk orang-orang tedekatku. Maka inilah yang kutulis untukmu:
“Dear Ria & Ria,
Tak ada kata-kata yang terindah selain persahabatan yang jujur,
Andai kau bisa disini selamanya.”
( sesuatu  yang telah ditetapkan Allah bahwa aku mempunyai dua sahabat terdekat dengan nama yang sama)
Aku tak mampu menulis lebih panjang lagi saat itu. Aku hanya berharap kita bisa bersama seperti dulu, tapi siklus hidup tidak menghendaki demikian bukan? Kita harus terus berjalan, berlari… kamu dengan anak-anak didikmu, aku dengan segala rencana untuk meraih gelar S1.  Waktu itu tantangan hidup sepertinya baru dimulai, dan aku mempersiapkan diri untuk itu semua, dan aku tetap membutuhkanmu disini.
Dan segera takdir itu menolakku habis-habis. Kamu mendapat kesempatan untuk berkembang di Medan, merantau , bertualang atau apalah namanya. Mendapati dunia anak-anak lain disana.  Aku sangat sentimentil sekali menjelang keberangkatanmu, aku sedikit menangis seakan-akan kamu akan selamanya disana. Sejujurnya aku menangis karena aku tahu ke depan akan ada hal berat yang akan kujalani tanpa kamu. Lalu kita bertukar benda. Aku memberikan kalung perak dengan liontin dolphin kesayanganku,  kalung itu tidak pernah lagi kupakai setelah aku pakai jilbab, dulu  kalung itu adalah icon kesayangannku. Lalu kamu memberiku beberapa bros cantik untuk menghiasi jilbabku sebagai gantinya. begitu melankolis ya? dan dikemudian hari ternyata kamu kembali ke Jakarta setelah beberapa bulan disana, tak cukup setahun kau sudah tidak betah dengan system disana, aku sering menertawakan sikap sentimentilku yang terlalu itu.
Oh ya,  kamu menyempatkan diri untuk bertemu umi sebelum berangkat bukan? Umi gemes banget sama kamu, engga tahan mencubit pipi kamu, karena dari 4 anaknya engga ada satupun yang  badannya seberisi kamu.
Lalu kita ke Mal Kalibata, mal tergaring yang ada saat itu, tapi kita menemukan satu kaset, well… sebenernya aku yang rekomendasikan (ngomporin tepatnya) ke kamu supaya beli kaset itu, aku pikir musik dan liriknya “kamu banget” kamu terprovokasi juga, dan aku juga  beli dan dikemudian hari kamu mengakui bahwa menyukai semua lagu di album itu dan membeli lagi album selanjutnya dari grup band itu.
Dan kita pernah menyanyikan bersama lagu ini dengan gitarmu bukan?
"Once upon the time when the sky was covered with blue
Once upon the time when the sun was smiling too
We’re just common people with an ordinary look
We’re just common people with an ordinary love
Once upon the time when I felt in love with you…"
(Once Upon The Time, Mocca)
Dan kamu tahu juga kan, bahwa takdir juga berpihak pada keinginanku, kemudian hari aku akhirnya wisuda juga dan kamu mengancungkan jempolmu untuk keteguhan hati dalam perjuangan mencapai cita-cita.  Aku masih terus begitu, walau kadang kenyataan belum sepenuhnya berpihak padaku. Aku masih  seteguh yang dulu, dan butuh orang seperti kamu untuk mengingatkanku jika aku lupa pada tujuanku.