Alhamdulillah, tepat bulan ini sudah 4 tahun saya
menjalani bisnis. Itu artinya sudah 4
tahun “Biru Jingga” berdiri dan sudah 3 tahun saya tinggalkan status pegawai .
Bagi saya memiliki “Biru Jingga” adalah satu berkah yang tidak ada habisnya.
Mungkin karena usaha saya mendapat dukungan penuh dari kedua orang tua karena
mereka tidak lagi menuntut saya jadi pekerja kantoran yang di pandangan mereka
lebih bagus dan lebih baik.
Buat saya inilah profesi ideal saya; bekerja di rumah dan
mengembangkan ide-ide sendiri. Lebih dari itu ternyata inilah jawaban dari
impian saya bekerja di bidang seni.
Pada tahun 2009 , bulan Maret dengan modal limaratus ribu rupiah memulai
usaha souvenir sebagai produk massal. Distribusi
di pasar jatinegara dan Asemka.
Perjuangan sebagai pemain baru di pasar souvenir memang berat. Pasar yang sudah dikerubungi produsen yang
mematok harga murah pada barang massal dan seadanya. Dengan keuntungan yang tipis dan mengorbankan
hari sabtu -minggu saya namum bisa mengembangkan modal dan memperluas pasar.
Tahun-tahun pertama memang tahun penempaan mental bisnis
bagi saya. Sejak dulu saya merasa tidak
mempunyai jiwa bisnis. Saya bukan marketing handal, saya pekerja seni, begitu pola pikir saya.
Sejak dulupun saya tidak pernah menawarkan produk-produk saya secara
langsung. Walaupun pernah menjual hasil
karya saya sejak SMA, itu bukan hasil koar-koar saya. Itu hasil pamer seorang teman yang saya beri hadiah hasil karya saya. Terima kasih buat Artini
Mardenes, waktu itu akhirnya saya bisa menjual setidaknya lima tas rajutan
tapi bukan hasil karya saya, buatan umi
lebih rapi untuk dijual, lagi pula saya kena omelan karena dianggap mengganggu
konsentrasi belajar bila mengerjakan rajutan terus , tapi saya tetap dapat
komisi ^_^.
Di bisnis inipun saya dibukakan pasar oleh sepupu saya, saya
engga akan lupa jasa dia walaupun sekarang dia memilih menjauh dari saya karena
kasus hutang-piutang, saya sudah iklaskan semua hutangnya yang menurut saya
engga seberapa dibanding dengan yang saya terima sampai saat ini.
Tahun 2010 saya bertemu
dengan senior saya di FSUI, Fitri (di
Teater Sastra kami memanggilnya Shente) dari Wedding Organizer ‘Weddingku’ dan kemudian
dapet order petit blacu pertama dan secara resmi memakai nama BIRU JINGGA. Sampai saat ini Biru Jingga
Mengerjakan tiga Varian produk ekslusif dari bahan blacu untuk ‘Weddingku’
September 2011 saya bertemu Miko Wiropati. Perkenalan tidak
sengaja di Facebook atas jasa ‘sang broker’ Sita Mustam. KemudianTerima order bunga-bunga batik buat
kalung-kalung Etnika Yunikua. Lagi-lagi
saya ‘dijorokin’ ke bisnis oleh orang, maksudnya saya tidak mencari peluang itu,
tapi peluang itu yang datang kepada saya. Terima kasih Kepada Miko Wiropati
yang menceburkan saya di bisnis asesoris ini, karena di bisnis inilah passion
dan ide-ide saya tersalurkan maksimal. Miko tidak hanya menceburkan saya, tapi
juga membukakan pasar bagi saya. Lebih dari itu dia adalah mentor dan kurator
serta price konsultan. Terima kasih banyak sudah berperan banyak dalam lini
ini, terima kasih atas partnership ini. terima kasih juga atas kesempatan dan
saling menginspirasi. J
Januari 2012 Kenalan sama Manik jawa. Transaksi pertama di bulan berikutnya dan masih akan transaksi karena jadi manik favorit saya. Manik-manik dari Manik jawa jadi andalan produksi assesoris saya. Dukungan buat ‘Biru Jingga’ juga dari Mba lili sebagai orang di belakang Manik jawa buat produksi saya. Buat selanjutnya saya punya rencana besar buat Manik jawa dan semoga bisa kerja sama dengan Mba lili, semoga jalannya dibukakan. Mari berdoa bersama, Mba J
Februari 2013 ‘Biru Jingga” Ikut partisipasi di “Indonesia Fashion Week
2013” berkat ajakan Bu Tati dari Beadsndesign.
Walau ga terlalu sukses dalam penjualan tapi membuka jalan dan
kesempatan, mencoba pengalaman baru melalui event tersebut. Terima kasih atas
perkenalan dan kesempatannya, Bu.
Dan yang terutama mendukung saya secara penuh adalah Umi, my
prototype, my one and only now. Semua kerja saya terinspirasi dari beliau, sejak dini dikenalkan kerajinan
tangan dan mesin jahit. Walaupun beliau
dulu melarang saya, tapi kini dukungannya penuh, sepeuh cintanya pada saya
^_^.
ini jadi pelajaran buat saya kelak, bahwa sebaiknya orang tua bisa mendukung bakat anak sejak dini, karena bakat dan hobi itu mungkin akan menghidupi mereka kelak.
ini jadi pelajaran buat saya kelak, bahwa sebaiknya orang tua bisa mendukung bakat anak sejak dini, karena bakat dan hobi itu mungkin akan menghidupi mereka kelak.
Dulu awalnya Umi mau mendaftarkan saya ke sekolah menengah
keahlian yang sesuai dengan bakat saya, katanya di daerah pasar minggu ada
sekolah semacam itu. tapi entah mengapa saya yang berubah pikiran dan memilih
SMA umum buat melanjutkan studi. Lalu memilih Fakultas Sastra dan menjadi
Sarjana Ekonomi. Ternyata inilah hasilnya, Jalan takdir yang Indah buat saya.
4 tahun tentu saja tidak dilalui dengan mulus.
Masalah-masalah selalu datang dan pergi.
Mental saya benar-benar masih harus belajar melalui semua masalah. Tapi dari semua itu jika dijalani dengan
iklas saya yakin jalan keluarnya dipermudah, bahkan saya merasa sering mendapat
rejeki lebih dari keiklasan itu, yaitu dibukakan jalan lain yang membuat saya
lebih maju dan makin mencintai pekerjaan saya. Alhamdulillah, mari tetap
yakin.. (puk..puk diri sendiri) J
Kedepan saya mempunyai impian-impian yang besar buat Biru Jingga karena saya tidak akan puas berdiri disini saja. Kalau kemarin peluang-peluang itu datang sendiri, kali ini nampaknya saya harus berjuang mencari peluang-peluang itu.
Kedepan saya mempunyai impian-impian yang besar buat Biru Jingga karena saya tidak akan puas berdiri disini saja. Kalau kemarin peluang-peluang itu datang sendiri, kali ini nampaknya saya harus berjuang mencari peluang-peluang itu.
.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar