Minggu, 18 Januari 2009

Maryamah Karpov baru Promo?

Rating:★★
Category:Other

Pagi ini saya sempat menonton PAGI JAKARTA di O Channel. Tamu hari ini adalah Andrea Hirata dengan Maryamah Karpov yang sedang promo.
Hhmm.. kok baru promo ya? Udah berapa bulan beredar kok baru promo sekarang? Mungkin karena buku satu ini ajaib ya, sakin ajaibnya engga terdengar rekomendasi untuk membacanya dari orang yang sudah membeli buku. Kalo saya sih, engga recommend…

Buat saya, acara pagi ini memberikan jawaban dari pertanyaan saya selama ini. setidaknya acara ini memberikan informasi pada pembaca, meluruskan tuduhan-tuduhan yang ada selama ini, termasuk opini saya.

Dan inilah info yang saya serap pagi ini.
1. Pernyataan Andrea bahwa: ini buku inspired by true story, bukan based on true story. Jadi pada novel-novelnya ada fakta-fakta yang di dramatisir. ( ini yang menjadi duri dalam danging selama ini, mungkin pembaca memang harus diedukasi tentang gendre sastra) oke, saya beri tanda cek pada kotak yang tertulis “clear!”
2. Maryamah Karpov yang terbit sekarang sebenarnya ceritanya memang belum tuntas. (“clear!”) Jilid kedua buku ini yang menceritakan tentang Maryamah Karpov itu sendiri sebenarnya sudah selesai ditulis, tapi Andrea Sendiri memutuskan tidak akan menerbitkannya karena alasan pribadi. ( strategi pemasaran yang bagus tuh, bikin tambah penasaran. Tapi lebih bagus lagi memang lebih baik jangan diterbitkan, biar nanti filmnya jadi nampak Sesuatu yang baru yang belum tertebak oleh pembaca)
3. Pernyataan Andrea: “ itulah enaknya menulis bukan orang sastra, bisa lebih banyak eksperimen”, “….kalo bicara dengan orang sastra dunia jadi ribet, tidak bisa menikmati lagi” (bagaimanapun anda sudah nyebur ke dunia sastra, mau tak mau harus tau juga apa yang terjadi dengan dunia itu selama ini)


Jadi begitulah, tetralogi Laskar pelangi adalah novel yang terinspirasi dari kejadian nyata, semua tokoh nyata namun selalu ada fakta yang didramatisir yang membumbui karya ini, suka atau tidak suka akan fakta yang saya bold ini, saya masih memuji gaya menulis Andrea diluar Dramatisir dan inkonsistensi dan kekaburan fakta.

2 komentar: